Seraf Naro Siregar Targetkan Emas di PON Papua

  • Whatsapp
Serah Naro Siregar

BabatPost.com, Biro Surabaya – Seraf Naro Siregar yang akrab disapa Naro mengungkapkan targetnya yang akan mewakili Jawa Timur pada gelaran PON XX yang akan berlangsung di Papua.

Namanya melambung saat mempersembahkan medali emas pada ajang SEA Games 2019 di Filipina.

Naro, sapaan akrabnya, saat itu tampil bersama Edgar Xavier Marvelo dan Haris Horatius yang sudah berlatih cukup selama di Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas).

Bahkan di tahun sama, dengan kekuatan tetap di nomor beregu, ketiganya sukses membawa pulang medali emas dari ajang kejuaraan dunia Wushu di China.

“Puji Tuhan saat itu saya bersama Edgar dan Haris bisa memberikan yang terbaik untuk Indonesia. Sekarang saatnya berusaha melakukan sama untuk Jawa Timur,” ujarnya ditemui usai berlatih.

Di usianya sekarang ia bertekad untuk membanggakan keluarga, dan membuktikan bahwa tak salah memilih wushu sebagai olahraga yang digelutinya.

“Saya memang awalnya masuk wushu karena disuruh orang tua, lalu masuk klub di Sasana Yasanis Surabaya tahun 2010. Jadi hanya ikut-ikutan latihan, bahkan adik saya (Pingkan) lebih duluan naik kelas,” ucapnya.

“Ia memang turun di nomor tunggal, tidak beregu seperti saat meraih emas di kejuaraan dunia maupun SEA Games. Tapi saat Pra-PON dan Kejurnas, Naro sudah membuktikan kemampuannya,” kata eks-atlet andalan Jatim tersebut.

Tim wushu Jawa Timur menargetkan lima medali emas pada perhelatan PON mendatang, dari 12 medali emas yang diperebutkan.

Ia pun mengaku optimistis target tersebut dapat diraih karena persiapan atlet sudah maksimal, ditambah lagi dengan kehadiran pelatih asal China Xiao Hai Dong yang sudah mendampingi tim wushu Jatim sejak PON 2012.

“Tinggal bagaimana anak-anak menyiapkan mental terbaik untuk bertanding,” tutur Sherly, yang juga mantan atlet wushu nasional tersebut.

Soal pandemi COVID-19, Sherly mengungkapkan suasana pertandingan akan sangat beda, terutama dari segi persiapan yang dilalui tanpa pemusatan latihan.

Kendati demikian, ia tak ingin menjadikan pandemi sebagai alasan karena seluruh tim atau kontingen dari berbagai provinsi juga mengalami hal serupa.

Tim wushu Jatim yang diperkuat 10 atlet itu nantinya akan bertanding di seluruh materi, termasuk beberapa di antaranya adalah atlet pelatnas.